Ku titip kan rasa ini karena Allah

Kisah ini kutulis, sebagai kenangan terindah dalam hidupku, bagaimana tidak? Ialah yang pertama kali memberanikan untuk bertanya kepada kedua orang tua ku,karena yang ku tau, beberapa yang mencoba mendekati ku yaitu masih bermain main, atau tidak langsung to the point untuk berani untuk menanyakan perihal diriku kepada kedua orang tuaku

Pada awalnya, aku benar-benar tidak menyangka orang yang aku kagumi sejak lama hadir di depan kedua orang tua ku, meskipun kisah kita terhalang oleh visa dan LDR, Allah mempunyai skenario terbaik meski pada hari ini aku harus menitik kan kedua air mata ku, yaitu Allah punya rencana lain

Ini adalah kisah, dari perjalanan menjaga hati, menata hati dan membersihkan diri dari menaruh hati kepada seseorang yang belum halal bagiku

Rasa" telah usang,kala itu aku benar-benar tidak mempercayai siapapun itu yang mencoba mengetuk pintu hatiku untuk bermain-main, karena aku khawatir dengan mencintai yaitu untuk saling menyakiti,bukan nya mencintai sesungguhnya itu adalah saling menjaga rasa? Yaa, menjaga rasa semesti nya dari rasa yang belum pantas


Alhamdulillah Allah menjagaku dr perasaan yang belum semestinya untuk ku

Kala itu sebelum dia menemui kedua orang tuaku, aku selalu mencoba memperbaiki hati, yaitu menjaga perasaan dr siapapun yg bukan mahrom, dan tatkala itu tidak terbesit sama sekali untuk bertaaruf dengan seseorang,karena ketika itu aku hanya ingin fokus kuliah terlebih dahulu, suatu ketika ada teman yg menasihati: 

"Taz seperti yang kita tau bahwa kehidupan kuliah kita nanti akan sangat banyak berinteraksi dengan lawan jenis, yaitu ketika ada perkumpulan/acara, mungkin akan lebih baik untuk kita berdoa meminta diteguhkan hati dan meminta untuk diberi penjagaan hati" 

entah itu penjagaan hati atau diberikan seseorang yang menjaga hati kita disaat akad itu terucap..

Malam itu,aku menangis, jujur menahan perasaan yg semestinya sangat lah tidak mudah, aku tidak boleh jatuh dalam lautan cinta, aku juga membatasi pergaulan dr lawan jenis,baik itu pergaulan langsung/lewat chat kecuali hanya ada kepentingan, tatkala itu aku mencoba berbisik dengan doa berikut

"ربي إني انزلت الي من خير فقير"
Yaitu salah satu doa untuk memohon jodoh kepada Allah SWT, yaa aku hanya mencoba satu bait doa tersebut, dimalam yg sunyi sambil tersedu dan waktu itu hanya bermimpi menginginkan sebuah mahrom untuk berkuliah di Al-Azhar kelak

3 hari kemudian, ada seseorang yang meminta no wali orang tua ku untuk bersilaturahmi, sebelum ku mengenali nya dan sebelum aku tau dia adalah mahasiswa UIM, sudah lama ku menaruh kagum dengan proses hijrah nya, yaa yaitu beliau seseorang pendakwah yg cukup terkenal, aku hanya mengagumi nya sebatas kagum biasa tanpa menaruh hati, kami hanya mengenal sebatas dr dunia dakwah dan ketika itu aku hanya ingin belajar kelas desain video dakwah melalui beliau, lalu tidak sengaja mempunyai kontak beliau dan ternyata yg ku tau, dia orang yg ku kagumi ketika itu aku menerima nya tulus karena kulihat akhlak dan kepribadian dia yg mulia

Kami tidak pernah berkontak, dan kisah itu dimulai ada pesan masuk yang menanyakan
"Bismilah, anti sudah menikah?"
"Belum"
"Boleh meminta no wali anti?"

Sungguh, perasaan campur aduk antara senang dan terharu, sudah cukup lama 2 bulan mengagumi nya, lalu ia memberanikan bertanya kepada kedua orang tua ku

Perjalanan ta'aruf kami dimulai ketika itu, ia memberanikan diri untuk maju menghubungi kedua orang tua ku, kemudian bertanya tentang agenda ku sehari" dan aktivitas lalu bertanya tentang akhlak dan sifat ku, kemudian di Lanjut dengan bertukar biodata (ku) melalui perantara ibuku dengan dirinya

Disitulah kami merasa ada sebuah kecocokan, Sebelum nya aku mendapat kan kecocokan karena visi misi yang sama dan kemahiran beliau dalam berdakwah itulah yang membuat ku terbesit untuk menerima proses itu..

Hampir 1/4 bulan proses ta'aruf kami, Alhamdulillah kami menemukan kecocokan, dan ia izin kepada kedua orang tua ku untuk lanjut pada tahap selanjutnya yaitu nazhor

1 Hari tepat sebelum nazhor, visa ia sudah turun artinya proses keberangkatan beliau ke Madinah segera di proses..

Aku mencoba untuk mengikhlaskan nya ketika itu, lalu akhirnya beliau tetap ingin menemui kedua orang tua ku dan akhirnya
Kami bertemu, antara diriku dirinya dan wali ku, disitu kami berbincang bincang mengenai arah selanjutnya

Ia menanyakan aktifitas ku, proses keberangkatan kuliah ku ketika di Al Azhar nanti dan bagaimana waktu liburan nanti

Pada hakikatnya, tidak ada cinta yang lebih manis daripada pernikahan, yaa tentunya di lalui dengan berbagai proses tersebut

Proses keberangkatan nya di akhir bulan ini, yaitu sekitaran tanggal 29 agustus namun, aku kembali masuk kuliah lipia yaitu mulai tanggal 26 kembali ke Surabaya untuk berkuliah sebelum mendapat kabar keberangkatan Al Azhar 

Sebelum mengetahui proses bagaimana dan apa yg terjadi, tentu kami menginginkan untuk berlangsung nya sebuah pernikahan

Setelah diperhitungkan antara waktu dan jarak, yaitu ketika rencana pernikahan itu terjadi maka proses 2 Minggu sebelum keberangkatan beliau sangat lah mepet karena Pendaftaran KUA itu tidak langsung jadi, mungkin akan bisa saja, namun pertemuan di Indonesia hanya 1 hari usai pernikahan karena ia harus berangkat ke Madinah dan aku kembali melanjutkan studi di LIPIA terlebih dahulu, maka akan sangat tidak memungkinkan baru menikah kemudian ditinggal sehari lalu berangkat ke Madinah, karena tentunya tujuan pernikahan yaitu untuk saling mendapatkan ketenangan dan lebih menundukan pandangan


Dan kemudian tiket pulang ke Indonesia dr Madinah setiap 1 tahun sekali

Dan tiket pulang ke Indonesia dr buuts Mesir (khusus penerima beasiswa Azhar) itu 2 tahun sekali, dan waktu nya berbeda untuk liburan mahasiswa UIM yaitu di mulai pada bulan Ramadhan dan liburan mahasiswa/i Mesir menjelang pertengahan tahun/akhir tahun tentunya akan jarang sekali bertemu apalagi untuk LDR beda negara karena setelah kami perbincangkan bahwa sangat berat kami untuk tidak bertemu saat menikah khawatir terbebani rasa rindu yang amat mendalam, adapun jika menikah ditunda setahun kemudian ketika kembali dr Madinah ke Indonesia untuk liburan, tentu itu adalah mengikat dan dikhawatirkan jatuh dalam fitnah hati lain nya dan sama saja seperti memberikan harapan kepada seseorang tentu harus dihindari dan tidak ada ikatan diantara kami,
Akhirnya dipertemuan itu kami mencoba sama sama mengikhlaskan untuk saling fokus studi masing-masing tanpa rasa dan tanpa ikatan..

Artinya aku menyakini bahwa ketika kita sudah mencoba memperbaiki diri tentu suatu saat akan hadir seseorang yang mengetuk pintu kedua orang tua mu, aku meyakini dari perjalanan ini bahwa yang namanya jodoh itu tidak akan tertukar,meskipun beribu orang mencoba menghalangi nya, meskipun kau benar benar menjaga nya, meskipun sejauh apapun dia tinggal pasti ia akan mendatangi mu..

Entah itu sekarang,entah itu dipertemukan diwaktu yang tepat aku tetap meyakini bahwa hikmah Allah lebih besar..

Dari sini aku belajar menerima bahwa, mungkin suatu saat kita akan dipertemukan di waktu tepat
Atau ia suatu saat bertemu seseorang yang lebih tepat, atau Allah memberikan seseorang untuk ku di saat yang tepat

Tapi aku percaya, ini adalah hadiah terbaik dr Allah untuk ku, yaitu dari proses perjalanan menjaga hati

Entah suatu saat aku bisa bersama mu, atau tidak itu adalah rencana Allah


Aku tetap bersyukur, telah mengenal mu dengan cara yg indah yaitu melalui ta'aruf

Tidak mudah bagi ku untuk menaruh hati kepada orang lain, karena kamu lah yg pertama hadir memberanikan hadir didepan ku juga orang tua ku

Meskipun, takdir lain berkata bahwa "Langkah ku terhalang oleh visa dan jarak juga waktu"

Diakhir kata tersebut ia mengatakan, mulai kapan mengenal dirinya, yaitu saat diriku memulai berdakwah dan mengenali salah satu teman nya dr situ aku mulai mengenal dirinya

Dan dia diawal juga mengatakan :"aku juga tidak memberi tau duluan klo sudah lulus UIM, agar aku tau siapa yg menerima apa adanya"
(Jujur disitu sedih sihh 🤧)


Meski kisah kita singkat 
Aku senang mengenali mu dengan cara yang tepat, terimakasih telah berjuang hadir menemui wali ku kelak kisah mu mendatangi ku akan sebagai sejarah pertama kalinya yang tidak pernah terlupakan oleh ku

Aku percaya, jikalau berjodoh mungkin suatu saat kita dipertemukan kembali,jikalau belum mungkin Allah siapkan seseorang bidadari yg lebih baik untuk mu dan juga pangeran untuk ku

Dari kisah ini bahwa, mulai lah menjaga hati, mulai lah menaruh hati dan Titipkan rasa itu di sepertiga malam,agar kelak rindu yang berjarak melangit dalam doa doa

Percayalah ketika kamu memperbaiki diri, akan ada seseorang yg memberanikan mengetuk pintu hati mu melalui kedua orang tua mu

Aku tidak pernah melarang siapapun yang ingin mengetuk pintu rumah ku siapapun itu atas keridhoan Orang tua ku, teruntuk dirimu jika ingin mengetuk pintu kedua kalinya suatu saat nanti

Terimakasih atas kenangan indah nya
Aku tunggu kabar baik mu menjadi seorang yg faqih di bidang ilmu, aamiin allahumaa aamiin 

-Depok 13 Agustus 2022-

"Ku Titipkan Rasa Ini Kepada Allah"
 


Komentar

Postingan Populer